cHENTA….

cHENTA adalah lautan tak bertepi, laut hanyalah serpihan buih belaka Ketahulah! Langit berputar karena gelombang cHENTA Andai tak ada cHENTA, dunia akan membeku …

Setiap atom yang cHENTA pada Yang Maha Sempurna dan naik ke atas laksana tunas cHENTA-cHENTA mereka tak terdengar, sesungguhnya adalah lagu pujian Tuhan.

Lewat cHENTA semua yang pahit akan mau jadi manis
Lewat cHENTA semua yang tembaga akan mau jadi emas
Lewat cHENTA semua yang endapan akan mau jadi anggur murni
Lewat cHENTA semua kesedihan akan mau jadi ubat
Lewat cHENTAlah si mati akan mau jadi hidup
Lewat cHENTAlah raja mau jadi budak ..

Sungguh, cHENTA dapat mengubah yang pahit manis,
debu beralih emas
keruh menjadi bening
sakit menjadi sembuh
penjara berubah menjadi telaga
derita menjadi nikmat
dan kemarahan menjadi rahmat
cHENTAlah yang mampu melunakkan besi
menghancur leburkan batu karang
membangkitkan yang mati
dan meniupkan kehidupan padanya
serta membuat budak menjadi pemimpin …

perih cHENTA inilah yang membuka tabir hasrat pencHENTA tiada penyakit yang menyamai duka cita hati ini cHENTA adalah sebuah penyakit berpisah isyarat dan alat penyukat rahsia-rahsia Ilahi. cHENTAlah yang menimbang kita ke sana pada akhirnya aqal kan sia-sia bahkan menggelepar ‘tuk menerangkan cHENTA bagai keledai dalam lumpur cHENTA adalah sang penerang cHENTA itu sendiri. Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari Perhatikanlah ia …

Kendi Merapu:- “Apakah kesembuhan; kecuali para penderita sakit cHENTA mereka  merindukan sakitnya bertambah dan hasrat agar sakitnya itu berlipat ganda. cHENTA adalah penyakit tapi ia dapat membebaskan penderitanya dari segala penyakit lain apabila penyakit cHENTA ruhaninya menjadi sehat bahkan nyawanya adalah kesihatan yang semua orang ingin membelinya”